Mailing List GKP

Tentang GKP
Lingkung GKP
Klasis Purwakarta
Klasis Bogor
Klasis Priangan
Klasis Jakarta
Klasis Cirebon
Lembaga
Lain-lain

GKP Bogor

Alamat: Jalan A. Yani Bogor
Telp: Pastori: 0251-334866; Kantor: 0251-338560

Gembala yang melayani :

1) Tahun 1934–1951 Pdt. Djoni Abednego.

2) Tahun 1951–1960 Pdt. Kristian Elia.

3) Tahun 1960–1977 Pdt. Dr. Mintaredja Rikin.

4) Tahun 1977– 1993 Tim Pendeta Sinode GKP.

5) Tahun 1993–2001 Pdt. Rossi Johandi.

6) Tahun 2001– Pdt. Megiana Hanafiah, STh. M.Min.

Pada tahun 1968 seorang zendeling bernama Coolsma pindah dari Cianjur ke Bogor. Pada saat itu di Bogor telah memilki komunitas Kristen yang dibina oleh Andreas. Namun, karena Andreas pindah ke Batavia, Zendeling Coolsma kemudian yang meneruskan. Dalam bekerjanya Zendeling Coolsma juga menampung anak-anak, yang berasal dari etnis Cina, untuk belajar di rumahnya.

Pada tahun 1887, Zendeling L. Timmersma secara khusus bekerja untuk jemaat Bogor, sementara itu Zendeling Coolsma melayani jemaat-jemaat lainnya. Tahun kedatangan Zendeling L. Timmersma ke Bogor itulah yang dianggap sebagai awal berdirinya jemaat Bogor atau sebagai peletak batu pertama.

Pada tanggal 24 April 1889 dilakukan baptisan pertama terhadap Sin Keh, seorang Tionghoa, yang menjadi buah sulung jemaat itu.

Gedung GKP Jemaat Bogor sendiri dibangun di Jln. Suryakencana No. 107 dan diresmikan pada tahun 1907 dan pada tanggal 27 Desember 1935, kelompok Tionghoa di Bogor melepaskan diri dari jemaat gabungan dengan GKP , lalu mereka membentuk jemaat sendiri.

Gedung GKP Jemaat Bogor yang saat ini dipakai untuk beribadah terletak di Jln. Ahmad Yani dan diresmikan pada tanggal 9 Desember 1995. Kepindahan atau relokasi dari gedung lama di Jln. Suryakencana No. 107 Bogor itu didasarkan atas berbagai pertimbangan. Antara lain, perkembangan Kota Bogor yang cukup pesat menjadikan Jalan Suryakencana, yang merupakan pusat perdagangan dan pertokoan, semakin ramai dan bising sehingga tidak cocok untuk tempat beribadah. Selain itu, gedung itu pun sudah cukup tua, yaitu berumur lebih dari 98 tahun dan tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk kegiatan anak-anak Sekolah Minggu, remaja, dan tempat parkir.

Kerja keras yang dilakukan untuk membangun gedung gereja yang baru kemudian direfleksikan oleh panitia pembangunan gereja dalam sebuah kalimat berikut. “Bangunan yang indah megah, yang telah Tuhan bangun dan Tuhan karuniakan kepada kita, menuntut tanggung jawab kita bersama, khususnya warga jemaat GKP Bogor untuk memelihara dan merawatnya dengan sungguh-sungguh. Namun, tanggung jawab yang lebih berat lagi ialah ‘menghadirkan’ Tuhan di rumah Tuhan, yang diwujudkan oleh segenap warga jemaat dalam membina persekutuan, meningkatkan pelayanan, dan kesaksian” bagimanapun, perjalanan panjang dari sejak adanya komunitas Kristen di Bogor sampai dengan berdirinya gereja-gereja di Bogor sekarang, termasuk GKP Jemaat Bogor, tidak terlepas dari pekerjaan Roh Kudus.