![]() |
GKP CianjurAlamat: Jalan Mangunsarkoro no. 111 Cianjur 43214 Gembala yang melayani : 1863 – 1934 : Para Zendeling NZV 1934 – 1943 : Zendeling J. Van Weg 1943 – 1953 : Guru Injil ( Biltam Elia, Yakin Elia, Iyas Jalimun, Yustinus Salim ., Samiun Raihin, Yusuf Markasan, Yakub Salim dan Raisan Jian ). 1953 – 1958 : Pdt. E.L. Yanis 1958 – 1963 : Pdt. P. Takaleluman 1963 – 1968 : Pdt. E. Damanik 1968 – 1973 : Pdt. Dani Empi 1973 – 1976 : Pdt. Robby E. Rumbayan SmTh. 1976 – 1978 : Pdt. Suryanata Kaiin. 1978 – 1983 : Pdt. Rante B, S.Th. 1988 – 1998 : Pdt. Remi Musa 2000 – 2002 : Konsulen (Pdt. Deru Utama Noron, S.Th) 2002 – sekarang : Pdt. Anna Savira, S.Th. Zendeling Coolsma , mulai mengabarkan Injil kepada penduduk Cianjur setelah ia mendapatkan surat izin yang dikeluarkan oleh Gubernur Jendral tertanggal 22 Agustus 1866. Setelah mendapatkan izin, ia pun segera membangun sebuah tempat kebaktian dari bilik di halaman rumahnya. Mulanya tempat kebaktian itu hanya dikunjungi oleh 12–24 orang. Namun, yang berkunjung kemudian meningkat sampai 60 orang. Melihat perkembangan tersebut, Zendeling Coolsma mendirikan tempat kebaktian baru pada tahun 1868. Tempat kebaktian itu didirikan di atas tanah yang dibeli atas persetujuan Bestuur NZV, yaitu di pinggir Jalan Pengasahan, yang sebelumnya dianggap wilayah angker oleh penduduk setempat. Pada tanggal 8 November 1868 bangunan tersebut selesai dikerjakan dan dibuka secara resmi. Namun, belum ada seorang pun yang dibaptiskan. Sebulan kemudian barulah baptisan pertama itu dilakukan, yaitu pada tanggal 26 Desember 1968 terhadap Ismail dan Murti, istrinya. Tanggal itulah yang kemudian dianggap sebagai hari lahirnya jemaat Cianjur. Berikut adalah catatan penting yang terjadi di jemaat Cianjur. 1) Pada tahun 1869 kembali satu keluarga dibaptiskan, yaitu keluarga Bapak Emay beserta istri dan anak-anaknya. 2) Pada tahun 1886 Zendeling Coolsma pindah ke Bogor. Pelayanan di Cianjur kemudian digantikan oleh Zendeling P.N. Gisjman. 3) Pada tangal 25 Desember 1871 dilakukan baptisan terhadap Sdr. Ali dan Sdri. Aminah. 4) Pada bulan Desember 1893 empat orang juga dibaptiskan. Pada saat itu jemaat Cianjur masih merupakan wilayah pelayanan (resor) Bandung (di bawah pimpinan Zendeling B.M. Alkema). 5) Dengan demikian, dari tahun 1868–1899 di Cianjur telah dibaptiskan sebanyak 133 orang. Namun, sangat disayangkan pada akhir tahun 1899 jemaat berkurang drastis, yaitu hanya tinggal 36 orang. Hal itu dikarenakan banyak yang kembali ke agama asalnya. 6) Pada tahun 1902 sebagian warga jemaat Cianjur, di bawah pimpinan Tn. Elipas, pindah ke Palalangon untuk membuka perkebunan. 7) Pada tahun 1906 jemaat Cianjur dipimpin oleh guru Stefanus Kaiin dari Bandung, menggantikan Zendeling Blinde yang cuti ke Netherland. Selanjutnya, jemaat Cianjur dilayani oleh Zendeling Ruttink dari Bandung. 8) Pada tahun 1914 jemaat Cianjur dipimpin oleh Zendeling B. Arps Junior. 9) Dari tahun 1922–1936, jemaat Cianjur dipimpin oleh pelayan pribumi, yaitu Biltam Elia, Yakin Elia, Yustinus Salim, Samiun Raihin, Yusuf Markasan, Yakub Salim, Raisan Jian (dari tahun 1913–1930 sejarah jemaat Cianjur tidak terdokumentasikan karena situasi dan keadaan yang kurang mendukung). 10) Setelah GKP dinyatakan berdiri sendiri pada tanggal 14 November 1934, jemaat Cianjur pun berubah nama menjadi GKP Jemaat Cianjur dan dipimpin oleh pendeta pribumi pertama, yaitu Pdt. Matias Elia (sampai tahun 1939). 11) Pada tanggal 12 Maret 1939 Bapak L.J. Janis dikukuhkan sebagai guru Injil di GKP Jemaat Cianjur. 12) Pada tangal 31 Juli 1951 gedung gereja mengalami renovasi, dan sudah dapat digunakan untuk kebaktian pada tanggal 24 Desember 1951. 13) Pada Tahun 1959 GKP Jemaat Cianjur dipimpin oleh Pdt. P. Takaleluman, pendeta pindahan dari Rangkasbitung. 14) Pada Tahun 1962 guru Injil E. Damanik ditahbiskan sebagai pendeta di GKP Jemaat Cianjur. 15) Pada Tahun 1971 GKP Jemaat Cianjur dipimpin oleh Pdt. Daniel Empie, yang sebelumnya bertugas di GKP Jemaat Palalangon. 16) Pada tahun 1977 Pdt. Robby E. Rumbayan SmTh, menjadi pendeta Cianjur. 17) Pada tahun 1986–1988 GKP Jemaat Cianjur dilayani oleh Vikaris Yohanes Sumanta, S.Th. 18) Pada tahun 1993–1997 Pdt. E. Remi Musa memimpin GKP Jemaat Cianjur sampai dengan masa emiritusnya. Pada masa Pdt. Remi Musa, telah dilakukan peletakkan batu pertama untuk pembangunan gedung gereja. 19) Pada tanggal 19 Juni 2000 bangunan gereja yang lama dirombak total. 20) Setelah Pdt. E. Remi Musa, GKP Jemaat Cianjur dilayani oleh Pdt. Deru Utama Noron, S.Th. Ia juga sebagai konsulen untuk memproses hadirnya seorang pelayan tetap untuk jemaat di Cianjur. Harapan itu terwujud pada tanggal 24 September 2000, yaitu dengan hadirnya Sdri. Anna Savira, S.Th. sebagai vikaris di sana. 21) Setelah melalui proses perjuangan yang panjang, Sdri. Anna Savira, S.Th. ditahbiskan sebagai pendeta jemaat pada tanggal 21 Oktober 2002 sampai sekarang. |
|
||||||
![]() | |||||||