![]() |
GKP CimahiAlamat: Jalan Gatot Subroto no.24 Cimahi 40523 Pos Kebaktian Cipatat Gembala yang melayani : 1934 – 1957 : Pendeta dari Christelyke Militer Thuis 1947 : Pdt. Sumarta Kartawangsa 1957 – 1972 : G.I. D. Ngapon 1972 – 1974 : Pdt. J.H. Rikin 1974 – 1979 : Pdt Weinata Sairin, S.Th. 1983 – 1987 : Pdt. Jojon Sudjani 1987 – 1987 : Pdt. Dewiah, S.Th. 1987 – 1997 : Pdt Muhali Sairoen 1997 – 2004 : Pdt Yanto Supriyanto Jian, S.Th. 2005 – 2007 : Konsulen ( Pdt Edi Setiadi Djalimun) 2007 – sekarang : Pdt Maria Luciyana, S.Si. Persekutuan jemaat Kristen di lokasi gedung GKP Jemaat Cimahi (dahulu bernama Gereja Christelyke Militer Thuis) dimulai pada Tahun 1934. Semula ibadah di sana diadakan oleh tentara/militer yang berada di Kota Cimahi. Namun, setelah keluarga Ibu Sukarsih dan keluarga Sup de Hard (yang dilayani oleh Pdt. Kartawangsa dari GKP Sumedang) bergabung, bertambahlah keluarga yang turut beribadah di sana. Mulai tanggal 9 Januari 1949, keluarga-keluarga yang sebelumnya melakukan ibadah di rumah-rumah, toko-toko, kantor, dan rumah sakit di sekitar Kota Cimahi itu turut beribadah di Gereja Kristen Pasundan Jemaat Cimahi. Pada tanggal 23 Desember 1957 Gedung Christelyke Militer Thuis diserahkan oleh gereja militer Belanda kepada GKP. Dengan dasar itu, GKP Jemaat Cimahi resmi menjadi jemaat yang berdiri sendiri. Pada awalnya jemaat GKP Jemaat Cimahi terdiri atas masyarakat pribumi dan masyarakat Tionghoa. Namun, masyarakat Tionghoa memisahkan diri untuk kemudian bergabung dengan jemaat/Gereja GKI (sekarang GKI Jln. Pacinan, Cimahi). |
|
||||||
![]() | |||||||