Mailing List GKP

Tentang GKP
Lingkung GKP
Klasis Purwakarta
Klasis Bogor
Klasis Priangan
Klasis Jakarta
Klasis Cirebon
Lembaga
Lain-lain

GKP Tanjung Barat

Alamat: Jalan Muara no.1 RT 005/05 Tanjung Barat, Jagakarsa-Jakarta Selatan 12530
Telepon: Kantor: 021-7812520
Pastori: 021-78831973

DATA DAN SEJARAH GKP JEMAAT TANJUNG BARAT

A. DATA JEMAAT

* Berdiri Jemaat
  -Tanggal/ Bulan / Tahun:    27 Mei  1990
  -Usia Jemaat	         :  25 Tahun
* Jumlah KK		:   79 KK (531 jiwa)
* Jumlah Anggota Baptis	:   231 jiwa
* Jumlah Anggota Sidi	:   300 jiwa

B. PERIBADATAN

Kebaktian Umum (Minggu) :  Pkl.  :     09.00 s/d 11.30
a. Kebaktian Rumah Tangga
   Hari: Rabu          Pkl.: 20.00 s/d 21.30
b. Kebaktian SMKA 
   Minggu,             Pkl.: 07.00 s/d 09.00
c. Keb. Pemuda/Remaja
   Hari: Sabtu         Pkl.: 20.00 s/d 21.30
d. Keb. Wanita
   Hari : Kamis        Pkl.: 1600 s/d 18.00

C. SEJARAH (singkat) JEMAAT

Asal mula adanya persekutuan Jemaat GKP Tanjung Barat adalah sejak kehadiran 2 keluarga GKP asal Kampung Sawah Pondok Gede Bekasi, yaitu: Keluarga Malkus Baiin (tahun 1946) yang bertugas sebagai Pengurus Panti Asuhan, kemudian keluarga Alexander Lampung (tahun 1948) bertugas sebagai Kepala Sekolah Rakyat sampai pensiun tahun 1960. Pada waktu itu keadaan Tanjung Barat masih sangat sepi dan di daerah Pasar Minggu masih belum ada gereja. Berkat inisiatif Bapak Alexander Lampung diadakanlah persekutuan (kebaktian-kebaktian) bersama antara 2 keiuarga tersebut yang memakai tempat di keluarga Bapak Malkus Baiin. Kegiatan persekutuan jemaat kecil ini sengaja kurang ditonjolkan karena menyesuaikan dengan kondisi setempat sehingga membuat pertumbuhan jemaat sangat lambat. Berkat peranan simpatik dari dua orang tokoh masyarakat tersebut yang berpengaruh dan disegani, maka sangat membantu melindungi pertumbuhan kehidupan persekutuan jemaat.

Pertumbuhan kehidupan persekutuan jemaat GKP Tanjung Barat sejak ada pertama hingga diresmikan menjadi jemaat ke 45 GKP tanggal 27 Mei 1990 melalui Tri Panggilan Gereja: Persekutuan, Pelayanan dan Kesaksian (dalam bentuk peribadatan minggu dan keluarga, pelayanan kategorial, pelawatan, diakonia dan katekisasi yang dilakukan dengan semangat saling peduli dan kekeluargaan) adalah sbb:

1.	Tahun 1948 - 1963 menjadi anak Jemaat GKP Rehoboth Jatinegara dengan pelayanan Pdt. Maat Rikin dan Pdt. Habil Atje.
2.	Tahun 1963 - 1968 menjadi anak jemaat GKP Bethani Tanah Tinggi dengan pelayanan dari Pdt. Philipus Saiman.
3.	Tahun 1968 - 1969 menjadi anak jemaat GKP Eben-Haezer Cawang dengan pelayanan Pdt. Efraim Rikin, kemudian bulan (5 Agustus 1969 -   27 September 1969) langsung di bawah pelayanan BP Klasis GKP Jakarta.
4.	Mulai 28 September 1969 menjadi Pos Kebaktian Bethani Tanah Tinggi dengan pelayanan Pdt. Djoni S. Abednego, S.Th hingga diresmikan menjadi jemaat ke 45 GKP tanggal 27Meil990.

Setelah menjadi jemaat mandiri, pelayanan yang sudah ada makin dikembangkan baik di dalam maupun di luar jemaat antara lain:

1 . Semangat kebersamaan
a. Tiga kali menjadi tuan rumah Sidang Klasis GKP Wilayah Jakarta (th. 1969, 1971,1998)
b. Setia terhadap kewajiban Sinodal.
c. Turut serta dalam pelayan jabatan kepengurusan baik tingkat sinodal maupun klasikal.
d. Turut merintis pembentukan FKI (Forum Komunikasi dan Informasi) Gereja- gereja anggota PGIW Pasar Minggu dan sekitarnya, sekarang berkembang menjadi FKUK (Forum Komunikasi Umat Kristiani) se Wilayah Jakarta
Selatan.
2. Pelayanan Umum Keluar:
a. Mengadakan acara sarasehan masalah keremajaan tanggal  16 Juli 1992 bertempat di Auditorium Gereja Isa Almasih Jl. Diponegoro Jakarta.
b. Bakti Sosial di tengah masyarakat.
c. Ikut Pelayan BPG (Balai Penataran Guru) antar lain Pelayanan pada hari-hari gerejawi.
3. Pembangunan sarana dan prasarana pelayanan dengan:
Penyelesaian Rumah Ibadah model Pendopo yang diinspirasikan dari makna gereja yang bersifat terbuka dan arsitektur sesuai budaya Sunda. Pembangunan Pastori permanen saat ini telah selesai dilakukan dan sekarang sudah dapat dipakai, ruang perpustakaan juga sudah ada dan bertempat di samping Gereja. Demikian juga tersedianya ruangan konsistori/kantor, ruang kelas sekolah minggu/ruang rapat majelis bertempat di belakang gereja. Saat ini Harapan akan adanya ruangan serba guna yang dibangun di lapangan olah raga menjadi hal yang kiranya mulai direncanakan, karena akan sangat berguna untuk menunjang panggilan gereja.
4. Mengurus surat-surat status tanah bersama badan Sosial GKP dengan bantuan tokoh masyarakat setempat, telah menyelesaikan lokasi Panti Asuhan dan gereja seluas  4.800  m2   atas  nama  Sinode  GKP  yang  berdasarkan  kesepakatan penggunaan 1.800 m2 untuk gereja dan 3.000 m2 untuk Panti Asuhan. Saat ini
majelis jemaat dan Badan Sosial GKP sedang mengusahakan surat pembebasan Pajak Tanah dan Bangunan untuk Panti Asuhan dan GKP Tanjung Barat yang dimungkinkan sesuai peraturan pemerintah.
5. Meningkatkan seni budaya dalam kegiatan gereja, antara lain:
Paduan Suara dan Vokal Group, yang tidak hanya melayani dengan setia pada kegiatan peribadatan di lingkungan gereja saja tetapi juga di tengah masyarakat antara lain tahun 1995 mewakili Kelurahan Tanjung Barat untuk mengikuti Festival Paduan Suara dan Vokal Group se Kodya Jakata Selatan dalm rangka memperingati HUT RI ke-50. Pada tahun 2002, Paduan Suara Wanita Jemaat mewakili paduan suara TIM Penggerak PKK Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan dalam rangka HUT RI ke-57 dan dalam kesempatan tersebut berhasil meraih juara II. Pada tahun 2003 selanjutnya meraih Juara Harapan II se-DKI Jakarta Masih pada tahun yang sama Paduan Suara Wanita Jemaat juga telah ambil bagian dalam HUT PKK yang diadakan se-DKI Jakarta pada bulan Desember 2003. Saat ini juga sedang mengembangkan pujian berirama keroncong.
6.Anggota Jemaat
Sampai dengan saat ini masih terus dilakukan pendataan kembali (Heregistrasi anggotra jemaat yang dilakukan oleh Komisi Pelawatan dan Komisi Bina Litbang Sejak menjadi jemaat mandiri, jemaat menyadari akan kekurangan ketenagaan Pendeta di Gereja Kristen Pasundan sehingga masih terus dilanjutkan pelayanan dan pembinaan dari Pdt Djoni S. Abednego, STh. Sebagai Pendeta Konsulen. Pada tanggal 7 Oktober 1994 terwujud kerinduan jemaat dengan ditahbiskan Vikaris Lisanty Toberia Lasso, STh menjadi pendeta GKP di jemaat GKI Tanjung Barat sebagai Pendeta jemaat pertama. Kemudian pada tanggal 19 Jun 1999 setelah melayani selama satu periode, Pdt. Lisanty S.Th mengakhir pelayanan di GKP Tanjung Barat.
Untuk kelanjutan pelayanan di GKP Tanjung Barat, majelis Jemaat mengadakan pendekatan dengan Pdt. Djoni Sumaryo Abednego, STh. yang pelayanannya telah dikenal dan dirasakan jemaat GKP Tanjung Barat. Setelah beberapa kali pertemuan dengan Majelis Jemaat, Majelis Sinode dan Pdt. Djoni, S.Th dipanggil melayani sebagai pendeta Jemaat GKP Tanjung Barat dan diresmikan tanggal 3 Juli 1999.
7. Berpedoman pada ketentuan Sinodal dan hasil percakapan dengan Majelis Sinode GKP maka pada tanggal 16 Juni 2002 telah dimulai masa Vikariat Ibu Winda Yustanti, S.Si berkaitan dengan rencana emeritasi Pdt. Djoni S. Abednego, STh dan menetapkan Pendeta Pembimbing Vikaris adalah Pdt. Engkih Gandakusumah
S.Th. Pendeta Jemaat GKP Yeruel Cibubur.
8. Pada tanggal 4 Oktober 2002, Pdt. Djoni S. Abednego, S.Th telah diresmikan oleh Majelis Pekerja Sinode GKP memasuki masa emiritasi. Kemudian penggembalaan jemaat dibantu oleh Pdt. Edward Tureai, S.Th selaku Pendeta Konsulen sejak tanggal 10 November 2002.
9. Dan akhirnya pada tanggal 8 Maret 2004 ditahbiskan Ibu Winda Yustanti, S.Si kedalam jabatan pendeta untuk melayani di GKP Tanjung Barat.

Sumbcr: Buku Acara Peresmtan Pendeta Winda Yustanti, SSi. Sebagai Pendeta GKP Tj. Barat 2004