Refleksi Harian: Filipi 2:14-18

Berhenti Mengeluh dan Jadilah Terang

“Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan.”
Filipi 2:14

Mengeluh rasanya sangat manusiawi. Deadline menumpuk, pekerjaan tidak dihargai, kondisi keuangan bikin khawatir, relasi tidak berjalan seperti yang diharapkan, bahkan pelayanan pun terkadang membuat kita lelah. Belum lagi ketika membuka media sosial dan melihat kehidupan orang lain tampaknya lebih sukses, lebih bahagia, dan lebih baik daripada kehidupan kita. Tanpa sadar, hati kita mulai dipenuhi keluhan: “Kenapa hidupku begini?”, “Kenapa aku terus yang harus mengalah?”, atau “Kenapa Tuhan belum menjawab doaku?” Mengeluh mungkin tidak langsung mengubah keadaan, tetapi perlahan dapat mengubah cara kita memandang kehidupan. Kita menjadi lebih mudah melihat apa yang kurang daripada mensyukuri apa yang masih Tuhan berikan. Karena itu, berhenti mengeluh bukan berarti menyangkal masalah, melainkan memilih agar masalah tidak mengambil alih hati kita.

Ketika Paulus berkata, “Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,” ia sedang berbicara kepada jemaat Filipi tentang kehidupan yang mencerminkan Kristus. Nasihat ini tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, dalam Filipi 2:5–11, Paulus menunjukkan Yesus Kristus yang merendahkan diri dan taat bahkan dalam penderitaan. Lalu dalam ayat 14–15, Paulus mengajak jemaat untuk tidak hidup dalam persungutan, supaya mereka dapat “bercahaya…seperti bintang-bintang di dunia.” Ada kemungkinan bahasa persungutan ini menggemakan pengalaman Israel yang berkali-kali bersungut-sungut dalam perjalanan di padang gurun. Paulus ingin umat Tuhan menunjukkan cara hidup yang berbeda. Menariknya, ia tidak mengatakan bahwa dunia harus menjadi terang terlebih dahulu supaya kita dapat bersinar. Justru karena dunia gelap, cahaya menjadi terlihat. Iman kepada Kristus tidak menghilangkan semua kesulitan, tetapi mengubah cara kita menjalani kesulitan itu.

Mungkin hari ini situasimu memang belum berubah. Pekerjaan tetap berat, rekening belum seperti yang diharapkan, orang-orang masih bisa mengecewakan, doa belum terjawab, dan masa depan belum terlihat jelas. Tetapi kita selalu memiliki pilihan: terus mengeluhkan kegelapan atau mulai menyalakan terang. Menjadi terang tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Kita bisa memulainya dengan tetap jujur ketika orang lain memilih jalan pintas, mengucapkan terima kasih daripada terus mengeluh, memberi semangat ketika suasana penuh pesimisme, memaafkan ketika ego ingin membalas, atau tetap melakukan yang terbaik walaupun tidak mendapatkan apresiasi. Dunia sudah memiliki cukup banyak suara yang mengatakan betapa buruknya keadaan. Yang dibutuhkan adalah orang-orang yang melalui hidupnya menunjukkan bahwa pengharapan di dalam Kristus masih nyata. Berhenti mengeluh dan jadilah terang, sebab boleh jadi terang kecil dari hidupmu adalah cahaya yang sedang dibutuhkan seseorang hari ini.

Refleksi

  1. Apa yang paling sering membuat saya mengeluh akhir-akhir ini?
  2. Apakah keluhan saya sedang membentuk saya menjadi semakin pahit, atau membawa saya semakin dekat kepada Tuhan?
  3. Di lingkungan kerja, keluarga, gereja, atau pertemanan, apakah kehadiran saya lebih banyak membawa keluhan atau pengharapan?
  4. Apa satu tindakan sederhana yang dapat saya lakukan hari ini untuk menjadi terang bagi seseorang?
  5. Kalimat refleksi hari ini

Aku mungkin tidak dapat mengubah semua keadaan di sekitarku, tetapi bersama Kristus aku dapat memilih bagaimana aku menjalaninya. Daripada terus mengeluhkan kegelapan, aku mau mulai menjadi terang.

Doa

Tuhan Yesus, ampuni aku ketika lebih mudah mengeluh daripada bersyukur. Ajarku melihat penyertaan-Mu bahkan ketika hidup tidak berjalan sesuai harapanku. Bentuklah hati dan sikapku agar melalui perkataan, pekerjaan, dan kehidupanku, orang lain dapat melihat terang Kristus. Pakailah hidupku menjadi berkat di mana pun Engkau menempatkanku. Amin.

Leave a Reply