Dari Dayak hingga Sunda, Bulan Budaya 2026 Berakhir dengan Sukacita
Cideres, 30 Agustus 2026 – Rangkaian Bulan Budaya 2026 GKP Cideres resmi ditutup melalui kebaktian bernuansa Etnis Sunda pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kebaktian penutupan ini menjadi puncak dari perjalanan satu bulan penuh dalam merayakan kekayaan budaya Nusantara dalam kehidupan bergereja. Nuansa Sunda yang kental terasa melalui berbagai unsur ibadah yang dihadirkan, menciptakan suasana khidmat sekaligus penuh sukacita bagi seluruh warga jemaat.
Sepanjang bulan Agustus 2026, GKP Cideres menghadirkan beragam kekayaan budaya Indonesia dalam setiap kebaktian Minggu. Dimulai dengan budaya Dayak, dilanjutkan budaya Jawa, Minahasa, Batak, hingga akhirnya ditutup dengan budaya Sunda. Melalui rangkaian ini, jemaat diajak untuk melihat keberagaman budaya sebagai anugerah Tuhan yang memperkaya kehidupan persekutuan dan mempererat persaudaraan dalam Kristus.
Antusiasme warga jemaat menjadi salah satu hal yang paling terasa sepanjang penyelenggaraan Bulan Budaya tahun ini. Hal tersebut terlihat dari kesungguhan jemaat dalam menyesuaikan dress code sesuai dengan tema budaya yang sedang diangkat setiap minggunya. Berbagai pakaian adat dan busana bernuansa daerah dikenakan dengan penuh kebanggaan, menambah semarak suasana ibadah sekaligus menunjukkan penghargaan terhadap kekayaan budaya bangsa.
Lebih dari itu, Bulan Budaya juga menjadi sarana yang membuat banyak warga jemaat merasa semakin dekat dan disapa dalam keberagamannya. Seiring bertumbuhnya keberagaman latar belakang jemaat GKP Cideres saat ini, hadirnya berbagai nuansa budaya daerah memberikan ruang bagi setiap orang untuk melihat identitas budayanya dihargai dan dirayakan bersama dalam persekutuan gereja.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika jemaat bersama-sama menaikkan pujian dan nyanyian dalam berbagai bahasa daerah. Lagu-lagu tersebut tidak hanya memperkaya pengalaman beribadah, tetapi juga menghadirkan kedekatan emosional bagi mereka yang memiliki akar budaya yang sama. Bagi banyak jemaat, mendengar dan menyanyikan pujian dalam bahasa daerah menjadi pengalaman yang menyentuh hati serta mengingatkan bahwa kasih Tuhan menjangkau setiap suku, bahasa, dan budaya.
Kebaktian penutupan yang mengangkat budaya Sunda sekaligus menjadi penegasan bahwa keberagaman bukanlah sekadar perbedaan yang diterima, melainkan kekayaan yang dirayakan bersama. Melalui Bulan Budaya 2026, GKP Cideres kembali belajar bahwa perbedaan latar belakang mampu menjadi jembatan yang mempererat persekutuan, menguatkan kebersamaan, dan memperkaya pelayanan gereja.
Dengan berakhirnya rangkaian Bulan Budaya 2026, kiranya semangat yang telah dibangun selama satu bulan penuh ini terus hidup di tengah jemaat. Sebagaimana keberagaman budaya Indonesia yang terjalin dalam harmoni, demikian pula warga GKP Cideres dipanggil untuk terus berjalan bersama dalam kasih Kristus yang mempersatukan.
——————————-
(Himawan – GKP Cideres)
Galery Photo
![]()




