Bahan Bacaan Roma 16:1-16
“Salam kepada Trifena dan Trifosa, yang bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan. Salam kepada Persis, yang kukasihi, yang telah bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan.” Roma 16:12
Kita hidup di zaman ketika sesuatu terasa berarti kalau terlihat. Pencapaian di-upload, aktivitas dibagikan, dan angka likes, views, atau followers diam-diam bisa menjadi ukuran seberapa berharga diri kita. Akibatnya, ketika melihat orang lain lebih sukses, lebih dikenal, atau lebih diapresiasi, gampang banget muncul pertanyaan, “Kok hidupku biasa-biasa saja, ya?” Bahkan kita bisa merasa bahwa kerja keras kita percuma karena nggak ada yang melihat. Padahal, tidak semua hal berharga harus mendapat sorotan. Ada kebaikan yang dilakukan dalam diam, perjuangan yang nggak pernah masuk story, doa yang nggak diketahui siapa-siapa, dan kesetiaan yang mungkin tidak mendapatkan tepuk tangan. Nggak harus terlihat untuk jadi berarti.
Menariknya, pesan seperti ini muncul dalam Roma 16. Pada bagian penutup suratnya, Paulus menyebut satu per satu orang yang ikut ambil bagian dalam kehidupan komunitas Kristen. Dalam Roma 16:12, muncul nama Trifena, Trifosa, dan Persis. Kita tidak memiliki banyak cerita Alkitab tentang mereka. Mereka bukan tokoh utama yang kisahnya memenuhi banyak pasal, tetapi Paulus mengingat mereka sebagai orang-orang yang “bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan.” Di sinilah ada pesan yang indah: nilai pelayanan mereka tidak bergantung pada seberapa terkenal nama mereka. Apa yang mereka lakukan mungkin tidak menjadi pusat perhatian, tetapi kesetiaan mereka tetap berarti. Roma 16 memperlihatkan bahwa kehidupan umat Tuhan dibangun bukan hanya melalui orang-orang yang tampil di depan, tetapi juga melalui mereka yang setia mengerjakan bagiannya, dikenal ataupun tidak dikenal.
Jadi, kalau hari ini kamu merasa hidupmu kurang wow dibandingkan orang lain, jangan buru-buru menganggap dirimu gagal. Nilai hidupmu tidak ditentukan oleh seberapa banyak orang yang melihatmu, tetapi oleh bagaimana kamu setia menjalani apa yang Tuhan percayakan kepadamu. Tetaplah melakukan yang baik meskipun nggak dipuji. Tetaplah melayani meskipun nggak disebut namanya. Tetaplah bertumbuh meskipun progresmu nggak selalu terlihat. Kita nggak perlu membuat seluruh dunia terkesan supaya hidup kita berarti. Cukuplah menjalani hidup dengan tulus, melakukan bagian kita dengan setia, dan menghadirkan kebaikan di mana Tuhan menempatkan kita. Sebab pada akhirnya, yang paling penting bukan menjadi terkenal di mata banyak orang, tetapi menjalani hidup yang berkenan di hadapan Tuhan.
Refleksi
- Apakah selama ini aku terlalu sibuk ingin terlihat sampai lupa belajar menjadi setia?
- Ketika pekerjaan, pelayanan, kebaikan, dan perjuanganku tidak mendapat apresiasi, apakah aku masih mau melakukannya dengan sungguh-sungguh?
- Hari ini, belajarlah dari Trifena, Trifosa, dan Persis. Kita mungkin tidak selalu berada di panggung utama, tetapi kita tetap dapat memberikan yang terbaik di tempat Tuhan menaruh kita. Tidak dikenal bukan berarti tidak bernilai, tidak dipuji bukan berarti tidak berarti, dan tidak terlihat bukan berarti Tuhan tidak melihat.
Doa Singkat
Tuhan, ajarku untuk tidak menggantungkan nilai diriku pada pengakuan orang lain. Berikan aku hati yang tetap tulus dan setia melakukan yang baik, bahkan ketika tidak ada yang melihat atau mengapresiasinya. Biarlah hidupku berarti bukan karena dikenal banyak orang, tetapi karena aku setia menjalani apa yang Engkau percayakan. Amin.
