Peka Mendengar

Bacaan: 23: 37-39

“Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat…” (Matius 23:34a)

Kadang kita berpikir bahwa masalah terbesar dalam hidup rohani adalah tidak tahu kehendak Tuhan. Padahal, menurut Matius 23:29-36, masalah yang lebih serius adalah sudah mendengar, tetapi tidak mau menanggapi. Yesus menegur ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi karena mereka membangun makam para nabi dan menghormati tokoh-tokoh iman masa lalu, tetapi pada saat yang sama menolak bahkan berencana membunuh utusan Allah yang hadir di zaman mereka. Bagian ini menunjukkan bahwa Yesus sedang menyingkap kemunafikan religius: mereka menghargai suara Allah di masa lalu, tetapi tidak siap menerima suara Allah yang sedang berbicara melalui Yesus pada masa kini.

Fenomena yang sama bisa terjadi pada kita. Kita senang membaca kutipan tokoh rohani, mengikuti seminar, menonton konten Kristen, atau membagikan ayat Alkitab di media sosial. Namun ketika firman Tuhan menegur ego, kebiasaan buruk, ketidakjujuran, atau relasi yang rusak dalam hidup kita, sering kali kita memilih mengabaikannya. Tuhan dapat memberikan peringatan melalui khotbah, saat teduh, nasihat keluarga, sahabat, bahkan melalui pengalaman hidup yang tidak nyaman. Pertanyaannya bukan apakah Tuhan sedang berbicara, melainkan apakah kita cukup rendah hati untuk mendengarkan dan merespons-Nya.

Menjadi murid Kristus berarti memiliki hati yang sigap mendengar dan siap berubah. Jangan sampai kita menjadi generasi yang hanya mengagumi iman masa lalu tetapi tidak menaati Tuhan hari ini. Ketika Tuhan menunjukkan sesuatu yang perlu diperbaiki, jangan menunda. Ketika Tuhan mengingatkan, jangan mencari alasan. Justru melalui peringatan-Nya, Tuhan sedang menunjukkan kasih-Nya supaya kita tidak tersesat. Orang yang sigap mendengar peringatan Allah akan semakin bertumbuh dalam iman, karena mendengar yang sejati selalu diikuti oleh ketaatan.

  1. Refleksi
    Adakah peringatan Tuhan yang akhir-akhir ini saya dengar tetapi belum saya respons dengan sungguh-sungguh?
  2. Apakah saya lebih suka mendengar firman yang menghibur daripada firman yang menegur?
  3. Melalui siapa atau apa Tuhan sedang berbicara kepada saya saat ini?
  4. Langkah konkret apa yang perlu saya ambil minggu ini sebagai wujud ketaatan kepada peringatan Allah?

Doa Singkat:
Tuhan, berikan aku hati yang peka untuk mendengar suara-Mu dan keberanian untuk menaati setiap peringatan-Mu. Jangan biarkan aku hanya menjadi pendengar firman, tetapi juga pelaku firman-Mu. Amin.

Leave a Reply