Allah Menopang Kita

Oleh Pdt. Supriatno

Bahan: Ibrani 12:3b

Selamat pagi, Saudara-saudaraku yang baik. Cinta kasih Tuhan senantiasa mengalir tanpa henti. Malam telah berlalu, pagi yang baru telah tiba. Kita berterima kasih kepada Tuhan.

Firman Tuhan yang direnungkan, ”supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.”

Ibrani 12:3b

Saudaraku. Manusia tentu saja selalu ingin kuat. Karena dengan kondisi kuat akan menopang segala aktivitas dan segala hal yang ingin dilakukan. Dia bisa bepergian kemana saja. Dia mampu melakukan apa saja dengan modal fisik yang kuat.

Bandingkan bedanya kalo tubuhnya lemah. Paling-paling dia hanya bisa mengerjakan hal-hal sederhana. Dia tidak bisa memanfaatkan tubuhnya buat melakukan berbagai aktivitas. Tidak heran seseorang ingin memilih lebih banyak sebagai orang yang kuat.

Tapi, kuat di sini, yang dimaksud firman Tuhan bukan berkenaan dengan fisik. Tapi soal mental. Soal iman dan soal pengharapan. Firman Tuhan mengajak bagi orang yang beriman, dia harus tetap bertekun di dalam imannya. Hanya dengan cara itulah, kita tidak terjatuh dalam kelemahan. Dan sekaligus kita tidak kehilangan harapan.

Selaku orang percaya, kita bersyukur, Allah yang kita kenal adalah Allah yang perduli. Allah yang menopang Anda dan saya. Allah yang tidak menutup mata-Nya. Sehingga Allah dalam sosok kehadiran seperti itulah, yang menurut firman Tuhan menjadi alasan supaya kita tidak menjadi lemah. Sekaligus tidak menjadi putus asa.

Orang bisa bertahan bila dalam dirinya tetap memiliki pengharapan. Kesulitan sebesar apapun. Tantangan seberat apapun. Selama seseorang mempunyai pengharapan bahwa besok atau lusa akan menjadi lebih baik. Maka, itu menjadi sumber yang menguatkan dirinya.

Tapi, jika seseorang mengalami putus asa, akan berdampak secara fisik. Dia akan lesu. Dia akan lemah. Dan merasa tidak berdaya, bahkan terpuruk.

Pagi ini, kita semua diingatkan Tuhan itu baik. Dia maha baik. Dia menopang Anda, saya dan kita semua. Dia terus mendampingi kita. Sehingga Tuhan mengerti harapan kita yang paling dalam. Termasuk harapan yang kita miliki hari ini.

Bagaimanapun kita rindu menjadi orang yang kuat. Siap mental dan iman menghadapi realitas sekarang ini. Dan sering itu menjadi ujian. Ujian yang akan bisa kita lewati. Tuhan menopang kita, sehingga kita tidak menjadi lemah dan putus asa. Kita tidak kehilangan pengharapan.

Kita berdoa, β€œ Tuhan, biarlah kami diingatkan agar kami menjadi sosok yang kuat, bukan yang lemah. Sosok yang menjaga api pengharapan tetap menyala di lubuk hati kami. Bukan orang yang kehilangan asa. Kami tidak mau putus harapan. Karena Engkau selalu bersama kami. Engkau tahu batas2 kemampuan dan kekuatan kami. Amin.”

Kami ikut bersyukur dengan saudara2 kami berulang tahun. Semoga sehat, sejahtera dan pertumbuhan iman yang baik. Kiranya keluarga ikut berbahagia.πŸ˜‡

Demikian juga kami memohon Tuhan menolong saudara seiman kami yang sakit. Berilah kesembuhan, kekuatan dan kesabaran.

Seluruh doa ini, kami mohon dalam nama Tuhan Yesus. Amin.πŸ˜‡